Jalur Kilat SIM C di Polres Bangkalan: Calo Berkeliaran, Kapolres dan Kasat Lantas Diduga Tutup Mata!


 


Bangkalan – Radar Kasus News.com | 4 November 2025

Dugaan praktik jual beli SIM C di Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan tajam publik. Berdasarkan laporan yang diterima redaksi Radar Kasus News.com, seorang warga berinisial H mengaku mengalami kejanggalan saat mengurus SIM C pada Senin, 27 Oktober 2025. Informasi tersebut disampaikan kepada tim media pada 1 November 2025.

H menceritakan, proses ujian praktik di Polres Bangkalan terasa tidak masuk akal. Jalur lintasan terlalu sempit, petugas penguji tampak mencari-cari kesalahan, dan sejumlah peserta yang sedikit gugup langsung dinyatakan gagal. Namun, di tengah proses itu muncul tawaran “jalan pintas” dari seseorang yang mengaku bisa membantu dengan biaya Rp700 ribu.

> “Katanya gak usah tes lagi, langsung difoto aja. Asal setor uangnya, SIM langsung keluar,” ujar H kepada tim investigasi.

Beberapa hari kemudian, SIM C atas nama H benar-benar sudah terbit tanpa adanya ujian ulang. Fakta ini menguatkan dugaan adanya perdagangan izin resmi yang sudah terstruktur di dalam tubuh Satlantas Polres Bangkalan.

Sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkap bahwa praktik ini bukan hal baru. Sudah lama terjadi dan berjalan dengan pola setoran berjenjang. “Kalau gak ada restu dari atasan, gak mungkin bisa jalan. Semua sudah punya bagian masing-masing,” ungkapnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Kapolres dan Kasat Lantas Bangkalan benar-benar tidak tahu, atau justru sengaja membiarkan? Sebab, diamnya pimpinan seolah menjadi bentuk pembenaran atas praktik busuk di bawah hidung mereka sendiri.

Pimpinan Redaksi Radar Kasus News.com, Erlangga Setiawan, SH, memberikan komentar tajam terhadap dugaan permainan kotor ini:

> “Baur SIM, Kasat Lantas, dan Kapolres Bangkalan jangan pura-pura tidak tahu. Jalur cepat berbayar untuk SIM adalah bentuk penghinaan terhadap hukum. Kalau mereka memilih diam, berarti mereka ikut bermain. Kami desak Kapolda Jatim dan Propam Mabes Polri untuk turun tangan dan bersihkan Polres Bangkalan dari mafia SIM!”

Erlangga menegaskan bahwa redaksinya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

> “Kami tidak akan berhenti di sini. Publik berhak tahu siapa yang memperjualbelikan kewenangan. Kalau Polri ingin dipercaya, maka bersihkan dulu oknum yang mencoreng nama institusi,” tegasnya.

Setelah berita ini dipublikasikan, awak media Radar Kasus News.com akan melakukan konfirmasi langsung kepada Kapolres Bangkalan Kasablanka serta pihak-pihak terkait lainnya guna mendapatkan tanggapan resmi atas temuan di lapangan.

Kini, Kapolda Jawa Timur dituntut membuktikan komitmennya terhadap pemberantasan pungli di tubuh Polri. Masyarakat Bangkalan berharap agar praktik kotor di balik meja Satlantas segera diungkap terang benderang — sebelum kepercayaan publik terhadap penegak hukum benar-benar habis.

Penulis Erlangga
Lebih baru Lebih lama