SKANDAL PUNGLI SIM C Rp 950 RIBU BANYUWANGI MELETAK: KAPOLRESTA BANYUWANGI GAGAL TOTAL, SATLANTAS DIPERTANYAKAN JADI SARANG PEMERASAN WARGA!


 

radarkasusnews.com — BANYUWANGI — Slogan pelayanan publik yang bersih dan transparan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia mendadak pupus dan tercoreng parah oleh maraknya praktik pungutan liar (pungli) pembuatan SIM C di Satlantas Polresta Banyuwangi. Bobroknya sistem pelayanan publik ini meresahkan masyarakat luas sekaligus menelanjangi kelemahan dan kegagalan kepemimpinan Kapolresta Banyuwangi yang dinilai mandul dalam fungsi pengawasan, hingga membiarkan markasnya digerogoti oleh oknum-oknum "pemburu rente" bertopeng seragam dinas.

Kejahatan birokrasi ini dibuktikan secara telak melalui pengakuan seorang warga berinisial F, yang terpaksa merogoh kocek hingga Rp950.000 hanya demi mendapatkan selembar SIM C pada 20 Juli 2026 lalu. Awalnya, F mendatangi Satlantas Polresta Banyuwangi dengan niat baik untuk mengurus SIM secara resmi sesuai prosedur hukum, namun setibanya di lokasi, korban justru dihadapkan pada alur proses yang amat rumit, berbelit-belit, dan terkesan sengaja didesain untuk membuat pemohon putus asa.

Di tengah puncak keputusasaan korban akibat dipersulit alur resmi itulah, salah satu oknum polisi yang bertugas di Satlantas Polresta Banyuwangi tiba-tiba menghampiri dan melancarkan aksinya bagai predator pelayanan publik. Tanpa rasa malu, oknum tersebut menyodorkan jalan pintas berbiaya fantastis dengan berujar, "Urus sendiri memang ribet dan berbelit-belit Mas, tapi kalau mau saya bantu biayanya 950.000," kata F menirukan ucapan oknum pemeras tersebut saat dikonfirmasi.

Pernyataan jujur oknum tersebut kian mempertegas dugaan publik bahwa rumitnya alur resmi di Satlantas Polresta Banyuwangi sengaja dipelihara demi memuluskan transaksi haram bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Praktik busuk yang berlangsung terang-terangan ini menghantam keras nama baik Kapolresta Banyuwangi, sebab publik bertanya-tanya bagaimana mungkin aksi pemerasan di lingkungan komandonya bisa berjalan mulus jika bukan karena ketidakmampuan pimpinan dalam menertibkan anak buahnya.

Tak mau menoleransi kejahatan pelayanan yang memeras kantong rakyat kecil ini, redaksi media radarkasusnews.com menegaskan tidak akan tinggal diam dan bersiap mengawal tuntas temuan skandal ini. Setelah berita ini dipublikasikan, tim awak media secara maraton akan melayangkan konfirmasi resmi dan mendesak pembersihan total kepada Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, Propam Polda Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, hingga Korlantas Mabes Polri.

Masyarakat Banyuwangi kini menanti tindakan tegas dan sanksi pemecatan serta pidana bagi oknum yang terbukti memeras warga, bukan sekadar janji manis investigasi internal atau pembelaan diri normatif. Kepemimpinan Kapolresta Banyuwangi kini diuji di hadapan hukum dan publik, apakah berani membersihkan institusinya atau justru membiarkan marwah kepolisian terus hancur akibat ulah oknum pemeras rakyat. (Penulis: Erlangga)

Lebih baru Lebih lama