Radar kasus news.com
Praktik haram perjudian sabung ayam dan peredaran raksasa obat-obatan keras berbahaya (okerbaya) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah menjelma menjadi monster kejahatan paling menakutkan yang mempertontonkan kebusukan moral tanpa tanding. Pembiaran biadab secara terang-terangan ini menjadi bukti sahih bahwa Panglima TNI, Pangdam V Brawijaya, hingga Kapolres Jember beserta jajaran Mabes TNI dan Mabes Polri telah kehilangan nyali, lumpuh total, atau sengaja membiarkan mafia berseragam menginjak-injak hukum demi pundi-pundi uang haram. Keterlibatan brutal oknum Batalyon Infanteri 509 Jember bernama Jimmy yang mengendalikan bisnis kotor ini menelanjangi kegagalan paling menjijikkan dari Komandan Batalyon (Danyon) 509 Jember dalam menjaga integritas satuannya dari benalu pengkhianat negara.
Hasil investigasi tanpa kompromi tim redaksi Radar kasus news.com pada tanggal 6 Agustus 2026 membongkar borok mematikan ini: arena judi berkode "Kalangan 303 Jimmy" berdiri kokoh bagai istana kebal hukum di Dusun Krajan, Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Keberadaan lokasi judi yang beroperasi sangat terbuka ini menyiarkan pesan mengerikan kepada publik bahwa tanah Jember telah digadaikan kepada oknum berseragam, di mana hukum negara mati total di bawah sepatu lars para penjahat. Keterlibatan langsung Jimmy sebagai otak di balik meja judi ini membuktikan bahwa seragam yang dibeli dari uang rakyat kini justru disalahgunakan untuk menghancurkan keadilan di tanah Jawa Timur.
Masyarakat sipil di sekeliling arena haram tersebut kini hidup dalam teror mencekat dan ketakutan luar biasa akibat tidak adanya tindakan tegas dari jajaran Polsek, Polres Jember, maupun unit POM TNI. Kesaksian pilu dari seorang warga sipil mengungkap betapa berkuasanya oknum ini: warga dibungkam, diancam, dan dipaksa menelan ketakutan karena adanya bayang-bayang kejam oknum Batalyon 509 Jember atas nama Jimmy. Pengakuan yang menggetarkan dada ini menjadi bukti telanjang bahwa oknum tentara tersebut bukan lagi pelindung rakyat, melainkan figur menakutkan yang merampas ketenangan jiwa warga desa dengan ancaman dan intimidasi.
Kekejaman geng oknum ini bahkan telah melampaui batas dengan meracuni anak-anak bangsa melalui peredaran pil okerbaya secara masif dan brutal. Sarang penjualan obat keras berbahaya yang berlokasi di Dusun Krajan Tengah, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, terbukti dimiliki dan digerakkan langsung oleh tangan dingin Jimmy tanpa ada rasa takut sedikit pun pada hukum. Fakta bahwa seorang anggota aktif TNI leluasa menjual racun perusak saraf di wilayah hukum Polres Jember merupakan tamparan keras yang menghancurkan muka Kasat Reskrim serta Kasat Narkoba Polres Jember, membuktikan betapa busuk dan mandulnya jajaran kepolisian setempat dalam memberantas kejahatan terorganisir.
Kekebalan hukum yang dinikmati Jimmy ini menguak tabir konspirasi paling menjijikkan yang diduga direstui oleh jajaran pimpinan militer setempat. Dua tahun lalu, Jimmy sudah pernah terseret kasus judi 303 di Tempurejo dan diklaim dikenakan sanksi, namun sanksi tersebut hanyalah dagelan murah tanpa efek jera yang justru memupuk kebebasannya untuk beraksi lebih ganas. Informasi yang beredar luas menegaskan bahwa bisnis haram skala besar ini telah mengantongi restu dari Komandan Batalyon 509 Jember, serta disokong langsung oleh oknum Intel Batalyon 509 bernama Putu—sebuah indikasi mengerikan bahwa unsur dalam satuan tempur telah melenceng menjadi pelindung sindikat kejahatan.
Skandal biadab yang meremukkan marwah NKRI ini menjadi tantangan terbuka dan ultimatum bagi Panglima TNI, Pangdam V Brawijaya, Bareskrim Mabes Polri, hingga Kapolres Jember untuk membuktikan integritas mereka sebelum kasus ini menjadi bola liar di masyarakat. Tim redaksi Radar kasus news.com tidak akan mundur sejangka pun dan akan segera melayangkan konfirmasi serta klarifikasi resmi yang menghantam langsung Mabes TNI, Mabes Polri, Pangdam V Brawijaya, Danyon 509, hingga jajaran Polres Jember. Rakyat menanti keberanian para petinggi ini: apakah mereka berani menyeret, mencopot, dan memenjarakan oknum-oknum pengkhianat institusi tersebut, atau memilih terus bersembunyi di balik pembiaran kejahatan terorganisir.
Penulis Erlangga
Tags
Berita terkini
