Diduga Praktik “Jual Beli SIM” di Polres Semarang Kian Terbuka, Kapolres Didesak Jangan Tutup Mata


  Radar kasusnews.com

Kabupaten Semarang, Jawa Tengah – radarkasusnews.com kembali menyoroti dugaan praktik menyimpang dalam proses penerbitan SIM A di Satlantas Polres Semarang. Informasi yang dihimpun dari seorang warga berinisial S mengarah pada indikasi kuat adanya “jalur cepat berbayar” yang diduga berjalan di luar mekanisme resmi.
Peristiwa tersebut terjadi pada 11 Mei 2026. S datang dengan maksud mengurus SIM A secara prosedural, namun justru dihadapkan pada proses yang dinilai berbelit, tidak transparan, dan cenderung membingungkan. Situasi ini kemudian berubah ketika muncul sosok yang diduga oknum petugas menawarkan bantuan dengan imbalan tertentu.
“Kalau mau cepat bisa dibantu, biayanya Rp900.000,” ujar S menirukan ucapan oknum tersebut.
Dalam posisi terdesak kebutuhan pekerjaan, S mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti tawaran tersebut. Namun yang menjadi perhatian serius, setelah uang diserahkan, tahapan yang seharusnya wajib dalam penerbitan SIM justru diduga diabaikan.
S hanya diminta menyerahkan KTP asli, lalu langsung diarahkan ke ruang foto tanpa melalui ujian teori maupun praktik. Dalam waktu singkat, SIM A disebut telah selesai diterbitkan.
Temuan ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik yang tidak hanya melanggar prosedur, tetapi juga berpotensi mencederai integritas pelayanan publik di tubuh kepolisian. Jika benar terjadi, kondisi ini menunjukkan adanya celah pengawasan yang patut dipertanyakan secara serius.
Sikap diam pihak terkait hingga berita ini diterbitkan semakin memperkeruh situasi. Belum adanya klarifikasi dari Kasatlantas maupun Kapolres Semarang menimbulkan kesan seolah persoalan ini dibiarkan tanpa respons.
Sebagai pimpinan wilayah, Kapolres Semarang didesak untuk tidak sekadar menunggu, melainkan segera mengambil langkah tegas dan transparan. Publik berhak mengetahui apakah dugaan praktik ini merupakan ulah oknum semata atau justru bagian dari persoalan yang lebih sistemik.
Jika tidak segera ditindaklanjuti, bukan tidak mungkin praktik serupa akan terus berlangsung dan semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
radarkasusnews.com menegaskan akan terus mengawal dan menelusuri dugaan ini. Upaya konfirmasi akan segera dilakukan kepada Kapolres Semarang, Kasatlantas Polres Semarang, Propam Polda Jawa Tengah, hingga Korlantas Mabes Polri guna memastikan fakta sebenarnya.
Publik kini menunggu pembuktian: apakah institusi akan membersihkan diri secara terbuka, atau justru membiarkan dugaan ini menjadi preseden buruk yang terus berulang.
Penulis: Erlangga
Lebih baru Lebih lama